Sensor Termal Contacting dan Non-contacting
Perkembangan
pengukuran temperatur sejalan dengan perkembangan teknologi.
Sehingga sebenarnya hanya sedikit metode pengukuran yang
digantikan dengan metode yang baru. Yang terjadi lebih kepada
pengembangan daerah maupun jenis – jenis pengukuran misalnya
pada daerah yang sulit dijangkau atau berbahaya.
Dalam
industri, terkait dengan daerah atau objek pengukuran, sensor
temperature dibedakan dalam metode contacting dan
non-contacting. Metode contacting merupakan metode dimana
sensor bersentuhan langsung dengan objek / benda yang akan
diukur. Sedangkan non contacting thermometer melakukan pengukuran tanpa
menyentuhkan sensor pada objek yang diukur atau mengukur dari
jarak tertentu.
Contoh
contacting sensor antara lain termocople, RTD dan
semiconductor . Sedangkan non-contacting sensor menggunakan
prinsip perubahan warna (thermography), radiasi (infrared) atau
sensitifitas serat optik.
Jenis – jenis Sensor Thermal
Thermocouple
Thermocouple
menggunakan prinsip termoelektrik sensor, yaitu tegangan yang
dihasilkan dari pemanasan dua logam berbada yang saling
disatukan. E.m.f yang merupakan fungsi dari temperatur
dibangkitkan pada hubungan kedua logam tersebut. Secara umum
hal ini dituliskan :
Dimana e adalah e.m.f dan T adalah temperature absolut dan a1 coefisien sambungan (junction).
Apabila
koefisien sambungan tidak dibatasi maka kondisi tersebut
menjadi tidak linier dan akan menyulitkan pada proses
pengukuran. Pada beberapa sambungan bahan / logam, nilai
kuadrat temperatur (a2T2, a3T3 … anTn)bisa sama dengan nol sehingga nilai e.m.f diperoleh :
Prinsip inilah yang diterapkan dalam thermocouple.
Termocouple
dibuat dari berbagai perpaduan logam untuk memperoleh nilai
kuadrat temperatur menjadi nol, kombinasi tersebut antara lain :
campuran logam dasar alumel (Ni/Mn/Al/Si), chromel (Ni/Cr),
constantan (Cu/Ni), nicrosil (Ni/Cr/Si) and nisil (Ni/Si/Mn),
logam mulai platinum - tungsten, dan campuran logam mulia
platinum/rhodium - tungsten/rhenium.
Karakteristik
e.m.f dari kombinasi logam – logam ini ditunjukkan oleh gambar
1, hal ini menunjukkan linieritas dari masing – masing
sambungan.Termocouple umumnya dibuat dari pasangan kawat chromel dan konstantan seperti ditunjukkan gambar 2a. Untuk keperluan analisa, termokopel digambar dalam rangkaian seperti gambar 2b. e.m.f yang dihasilkan dari perubahan temperatur dinotasikan dengan E1, sedangkan temperatur pada titik pertemuan logam (hot juction) dinotasikan dengan Th.
Resistor thermal (RTDs)
Resistor termal sering juga disebut sebagai Resistent Temperature Device (RTDs), menggunakan prinsip perubahan resistansi terhadap temperatur yang mengikuti aturan :Untuk memperoleh linieritas, maka faktor kuadrat temperatus (a2T2, … anTn) diabaikan atau ditentukan sama dengan nol, sehingga diperoleh hubungan antara resistansi dan temperature :
dimana : Ro = tahanan konduktor pada temperature awal ( biasanya 0oC)
RT = tahanan konduktor pada temperatur toC
a = koefisien temperatur tahanan
T = temperatur RTD adalah salah satu dari beberapa jenis sensor suhu yang sering digunakan. RTD dibuat dari bahan kawat tahan korosi, kawat tersebut dililitkan pada bahan keramik isolator. Bahan tersebut antara lain; platina, emas, perak, nikel dan tembaga, dan yang terbaik adalah bahan platina karena dapat digunakan menyensor suhu sampai 1500o C. Tembaga dapat digunakan untuk sensor suhu yang lebih rendah dan lebih murah, tetapi tembaga mudah terserang korosi. Konstruksi RDT ditunjukkan oleh gambar berikut ini







No comments:
Post a Comment